
indahnya pulau raja ampat dari atas pesawat
Pagi ini baru saja baca di Kompas dan diberitakan bahwa pertambangan nikel di kepulauan Raja Ampat mengancam keberadaan terumbu karang dan keindahan bawah laut pulau Raja Ampat.
Nikel merupakan bahan galian logam untuk keperluan industri terutama sebagai campuran besi baja dan stainless steel. Nikel termasuk mineral jarang, hanya sekitar 1% dari seluruh tanah yang diambil. Kegiatan penambangan yang saat ini sedang dan akan berlangsung berada di Kapadiri, Kabare, Kawe, dan Gag. Beberapa perusahaan tambang yang sedang dan akan beroperasi di kawasan Raja Ampat antara lain BHP Billiton, Kawe Mining, Anugerah Indotama, Harita Group, Walopi Mining, Anugerah Surya Mining, Pasifik Mining, Bumi Makmur Selaras (BMS), Anugerah Surya Pratama, dan Waigeo Mining. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menentukan area konsesinya dan beberapa perusahaan telah melakukan eksplorasi yaitu PT. BMS dengan luas area konsesi 900 Ha di daerah Kapadiri, Waigeo Utara. Selain itu terdapat juga lokasi eksplorasi nikel di Kampung Kabare, Waigeo Utara, tepatnya di Sungai Waimisi. Pada saat kegiatan peninjauan lapangan, ditemukan satu perusahaan yang telah melakukan ekplorasi dan eksploitasi tambang nikel di Pulau Waigeo. Aktivitas ini sangat rawan pencemaran lingkungan. Daerah yang paling rawan tercemar limbah tailing adalah sekitar daerah Kapadiri, Go, Kabilol, Beo, dan Waifoi karena berdekatan dengan ekosistem yang sangat rapuh dan tertutup di Teluk Mayalibit.
Huh sedih juga melihat kepulauan ini terancam padahal it's so beautiful....walau berwisata kepulau raja ampat....sangat mahal....tapi sesuai dengan keindahan yang didapatkan....rasanya 1 minggu tidak cukup menikmati alam buatan Tuhan ini....