Showing posts with label rajaampat. Show all posts
Showing posts with label rajaampat. Show all posts

Wednesday, October 8, 2008

Senja di Raja Ampat


lihat lukisan alam ini
indah sekali

Kala sang surya tenggelam memberikan semburat-semburat cahaya yang mengagumkan. Hanya kebesaran Tuhan yang sanggup menciptakan keindahan alam yang tiada habisnya.

Disaat sang surya tenggelam, beberapa penduduk sekitar kepulauan Raja Ampat sering memancing ikan untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Karena lauk pauk sudah tersedia didepan mata. Apabila lautnya sudah tercemar dengan lumpur limbah hasil olahan nikel.....darimana lagi mereka bisa mencari ikan untuk makan??

Sang surya pun kembali muncul dipagi hari....dari balik bukit-bukit sang surya perlahan-lahan memberikan sinarnya bagi mahluk hidup. Bila kawasan konservasi rusak karena hutannya dijarah dan isi perut buminya diambil, maka padang pasir akan menggantikan keindahan alamnya suatu saat nanti.

Life at Raja Ampat




Do we have to sacrifise them for the sake of economy??
Masyarakat kepulauan Raja Ampat bisa dikatakan masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Kebanyakan dari mereka hidup sebagai nelayan, karena Tuhan melimpahkan jutaan ikan yang hidup dibawah lautnya yang kaya akan plankton dan masih bersih. Air lautnya pun sangat jernih hingga kita bisa melihat ikan-ikan sedang bermain dengan tenang.

Anak-anak desa yang sedang bermain air dan kerukunan umat beragama antara umat Muslim dan Kristen menjadi penyejuk pada saat kita mengunjungi kepulauan yang indah ini. Tapi semenjak Bupati Raja Ampat memberikan waktu 15 tahun bagi perusahaan tambang asal Karawang beroperasi di kepulauan ini....lambat laun keindahan pulau ini akan musnah.

Why? 15 years??? Sebentar lagi nasib pulau ini akan seperti Papua New Guinea yang akan habis dibabat oleh para investor yang tidak bertanggungjawab. Padahal kekayaan alam bawah laut dan alamnya sangat memikat dan bisa dijadikan wisata unggulan di Indonesia bagian Timur.

Untuk menginap saja...wisatawan asing yang mengelola penginapan dan pemdanya hanya mengambil pajak pendapatan daerah. Padahal kalau pemerintah Indonesia mau seperti Malaysia yang bisa mengelola wisatanya dengan rapih dan maju, believe me...it will be the next destination yang bakal terkenal. Bandaranya saja kecil dan hanya bisa disinggahi dengan pesawat Fokker yang terbang dari Biak. Kendala transportasi memang masih no satu belum lagi belum ada fasilitas wisata yang baik. Warga sekitar bisa diberdayagunakan....warung kecil hanya menjual makanan dan minuman ala kadarnya yang harganya selangit. Maklum mereka perlu mengimpor dari propinsi sebrang ....

Kepulauan Raja Ampat akan Musnah


indahnya pulau raja ampat dari atas pesawat

Pagi ini baru saja baca di Kompas dan diberitakan bahwa pertambangan nikel di kepulauan Raja Ampat mengancam keberadaan terumbu karang dan keindahan bawah laut pulau Raja Ampat.

Nikel merupakan bahan galian logam untuk keperluan industri terutama sebagai campuran besi baja dan stainless steel. Nikel termasuk mineral jarang, hanya sekitar 1% dari seluruh tanah yang diambil. Kegiatan penambangan yang saat ini sedang dan akan berlangsung berada di Kapadiri, Kabare, Kawe, dan Gag. Beberapa perusahaan tambang yang sedang dan akan beroperasi di kawasan Raja Ampat antara lain BHP Billiton, Kawe Mining, Anugerah Indotama, Harita Group, Walopi Mining, Anugerah Surya Mining, Pasifik Mining, Bumi Makmur Selaras (BMS), Anugerah Surya Pratama, dan Waigeo Mining. Perusahaan-perusahaan tersebut telah menentukan area konsesinya dan beberapa perusahaan telah melakukan eksplorasi yaitu PT. BMS dengan luas area konsesi 900 Ha di daerah Kapadiri, Waigeo Utara. Selain itu terdapat juga lokasi eksplorasi nikel di Kampung Kabare, Waigeo Utara, tepatnya di Sungai Waimisi. Pada saat kegiatan peninjauan lapangan, ditemukan satu perusahaan yang telah melakukan ekplorasi dan eksploitasi tambang nikel di Pulau Waigeo. Aktivitas ini sangat rawan pencemaran lingkungan. Daerah yang paling rawan tercemar limbah tailing adalah sekitar daerah Kapadiri, Go, Kabilol, Beo, dan Waifoi karena berdekatan dengan ekosistem yang sangat rapuh dan tertutup di Teluk Mayalibit.

Huh sedih juga melihat kepulauan ini terancam padahal it's so beautiful....walau berwisata kepulau raja ampat....sangat mahal....tapi sesuai dengan keindahan yang didapatkan....rasanya 1 minggu tidak cukup menikmati alam buatan Tuhan ini....