patung ini masih asli lho
There was something enchanted me while arriving the samosir island, an old statue of sigale gale. Menurut cerita, ada seorang bapak yang sangat terpukul atas kematian anaknya. sehingga ia memutuskan untuk membuat patung sigale - gale untuk mengingat anaknya yang telah meninggal tersebut.
Dan dikala waktu, patung sigale - gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak dan diisi dengan roh halus sehingga ia bisa menari sendiri mengikuti musik yang dimainkan. Setelah agama Kristen masuk, cara memainkan patung sigale-gale diganti dengan tenaga manusia layaknya sebuah wayang tidak memakai roh halus lagi.
Patung ini masih asli dan berumur sangat tua, rumah adat yang terletak dikampung samosir inipun masih terawat dengan baik. Arsitektur lokal yang sangat cantik dengan ornamen yang menawan menghiasi seluruh rumah tua tersebut. Dan tanpa menggunakan paku tapi dengan pasak yang notabene anti gempa.
Dan terdapat sebuah relief yang menggambarkan (maaf) payudara wanita dan seekor cicak, simbol dari air susu Ibu dan masyarakat Batak yang terdapat dimana-mana dan selalu kembali ke kampung halamannya.
Perjalanan dari tepi danau toba ke pulau samosir dapat ditempuh dengan sewa speed boat seharga Rp 200,000 per boat dan ditempuh selama 20 menit. Lebih cepat dibanding dengan kapal fery wisata.