Wednesday, August 1, 2007

Jusuf Kalla


Tulisan saya kali ini bukan merupakan kampanye terselubung, tapi penilaian saya pribadi terhadap sebuah figur yang bernama Jusuf Kalla. Mengapa saya harus menulis tentang beliau, karena beberapa waktu belakangan ini saya cukup memperhatikan statement yang menarik darinya mengenai berbagai macam hal yang terjadi di tanah air. Statementnya lebih berbobot dan sangat diluar perkiraan saya. Bisa jadi Jusuf Kalla atau biasa disingkat JK sedang berusaha membangun image positif terhadap segala hal yang terjadi di tanah air atau memang melakukan kampanye terselubung. Mungkin perlu dilakukan analisa yang mendalam mengenai beliau.....

Saya pribadi waktu melihat JK terpilih sebagai wakil presiden untuk periode 2005 - 2009, agak pesimis mengingat JK berasal dari partai besar berlambang pohon beringin. Yang notabene partai tersebut banyak dibenci orang tapi banyak juga yang menyukainya baik di masa sebelum reformasi atau sesudah reformasi.

Banyak statement JK yang menurut saya cukup menarik dan bahkan bisa dibilang berseberangan bahkan bisa dibilang JK lebih aktif berbicara dibandingkan dengan kepala negara RI, SBY. Seperti misalnya hari ini muncul di KOMPAS mengenai kebiasaan pejabat daerah yang sering melanglang buana ke mancanegara dengan dana APBD , dan alasan yang digunakan adalah untuk studi banding. Hmmmm....padahal sudah banyak dilaporkan  oleh media massa semasa studi banding para pejabat  daerah membawa serta keluarganya , menginap di hotel mewah dan berbelanja banyak. Kali ini JK berkomentar,"Orang luar negeri sudah capek menerima studi banding pejabat-pejabat kita. Karena itu jangan diteruskan lagi."

Sungguh komentar yang sangat menarik, bahkan kepala negara saja tidak memikirkan hal tersebut. Lain lagi mengenai kasus dicekalnya maskapai kebanggaan negri ini - Garuda Indonesia yang dilarang terbang melintasi wilayah UE karena belum melewati prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Akibatnya banyak wisatawan dari Eropa yang menunda liburan musim panas mereka ke Indonesia akibat pihak asuransi tidak mau mengcover mereka apabila terjadi kecelakaan yang disebabkan oleh moda transportasi udara nasional. JK kali ini berkomentar,“Jangan lupa, kritikan tentang keamanan penerbangan domestik bukan hanya dari Uni Eropa. Anda (media) tiap hari mengkritik. Jadi ada sisi positifnya, jangan anggap semua negatif. Supaya orang bisa maju dengan introspeksi."

Suatu komentar yang bersifat positif, JK tidak mengeluarkan komentar yang panas mengenai pencekalan tersebut malah JK meminta agar setiap maskapai lebih aware, mungkin ini juga diakibatkan hilangnya pesawat adam air di perairan makassar yang notabene adalah kampung halaman JK dimana keluarganya sering pulang pergi Jakarta - Makassar dengan pesawat udara.

Bahkan semasa saya lihat di TV, JK mengeluarkan komentar yang sangat menarik lagi pada saat membuka Kongres Saudagar Aceh Serantau 2007, he said,"Kalau dulu setengah (jumlah) menteri itu tentara, sekarang karena aturannya dibatasi, maka setengah menteri adalah bekas pengusaha. Namun, saya minta itu dikembalikan ke khitah, jangan terlalu banyak menjadi pejabat, dikembalikan lagi menjadi pengusaha supaya iklim usaha menjadi lebih kuat."

Jangan lupa bahwa JK adalah seorang pengusaha besar yang lahir pada tanggal 15 mei 1942 dan saya masih ingat betul semasa berkunjung ke makassar, saya sempat diajak melewati rumah keluarganya yang berada tidak jauh dari hotel Aryaduta tempat saya menginap. Sebuah rumah besar berarsitektur 80an dan dijaga oleh beberapa pria berseragam. Teman saya bercerita bahwa keluarga Kalla sangat dihormati di Sulawesi Selatan dan konon sangat dermawan di kampungnya Wattampone, Kabupaten Bone. JK pada bulan Agustus 2005 saja sudah mempunyai kekayaan sebesar Rp 204 miliar ditambah 14.900 dollar AS....jumlah yang sangat besar sekali buat saya dan tidak bisa membayangkan seandainya saya mempunyai uang sebanyak itu....hmmm....saya hidup bagaikan di dunia kartun "Richie Rich".

Menurut teman saya, bisnis awal keluarga JK dimulai dari jual beli mobil di Makassar yang akhirnya berkembang menjadi besar dengan bendera Grup Haji Kalla dan Grup Bukaka.

Pemilu 2009 tinggal beberapa tahun lagi, JK sepertinya akan menjadi salahsatu calon yang kuat untuk menjadi kandidat presiden. JK sudah menikmati masa-masa sebagai ketua partai Golkar tahun 2004,  menteri di era Gus Dur dan Megawati, sebagai wapres di era SBY dan langkah selanjutnya sebagai presiden di tahun 2009 - 2014???

Perjalanan masih cukup panjang, masyarakat masih bisa menilai JK apakah beliau sebagai figur yang tepat atau tidak untuk menjadi seorang kepala negara? Saat ini yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya banyak bicara tapi juga banyak bekerja. Harus tahu kapan dia berbicara dan kapan dia harus diam, jangan menjadi presiden yang jaim (jaga image). We do need ACTION.......

Seperti film The Simpson yang baru saja saya tonton, disana diperlihatkan kritik yang tajam tapi secara halus kepada presiden mereka. Di film tersebut, presiden USA diberikan pilihan seperti kartu domino untuk menentukan sebuah keputusan penting tanpa ia harus membaca lebih lanjut keputusannya serta harus berpikir ulang. Dan sang president hanya berujar,"As a leader,I am only choosen to lead not to read."

Indonesia bagaikan a sleeping giant yang entah kapan akan terbangun dari tidur lelapnya atau bahkan tidak akan pernah bangun. Sementara negeri jiran Malaysia akan berumur 50 tahun akhir agustus 2007 ini  dan pada tahun 2020 akan menjadi negara industri maju dengan pendapatan perkapitanya akan mencapai USD 9000/kepala.

Carpediem!!!!!

No comments:

Post a Comment