Saturday, July 21, 2007

The Johannes Oentoro Library and the Grand Chapel - UPH Karawaci



Hari ini pertama kali saya menginjakkan kaki di kawasan kampus Universitas Pelita Harapan (UPH) di wilayah lippo karawaci, tangerang. Entah kenapa saya belum sempat dan tidak terpikirkan oleh saya untuk masuk ke kawasan kampus ini apabila saya berkunjung ke supermal karawaci atau benton junction.

Begitu memasuki kawasan ini, saya sudah diingatkan oleh driver saya agar saya tidak merokok didalam area kampus. Kebetulan driver saya dulu bekerja di lippo group dan sudah resign 3 tahun yang lalu karena sesuatu hal yang sekiranya tidak usah saya utarakan disini. Then saya sudah menyiapkan diri untuk gaya hidup sehat tanpa tembakau. Pepohonan besar dan teduh serta kicauan burung mengiringi perjalanan saya menuju ke booth.

Dari maket yang saya lihat di brosur ....hmm kampus ini akan manjadi sebuah kampus yang besar dan megah....bahkan termegah di Indonesia. Memang mahal untuk kuliah disini, untuk informasi yang saya dapat...biaya uang masuk kuliah mencapai Rp60jt tapi tiap mahasiswa/o baru aklan langsung mendapatkan satu buah laptop merk apple terbaru...........huhuuuuuuuuuu......saya mauuuuu bangetssss..

Kemudian saya segera menapaki kaki ke wilayah lain di kawasan kampus UPH. Disisi utara kampus terdapat sebuah bangunan berlantai 8. Bagian bawah terdapat deretan food court dengan konsep minimalis dan sangat bersih sekali....saya iri melihatnya....

saya segera menuju ke lantai atas.....deretan rak buku yang saya lihat dari kaca tembus pandang segera menawan perhatian saya. Menuju ke lantai atas, saya bmenemukan sesuatu yang sangat istimewa buat saya.....The Johannes Oentoro Library...sebuah perpustakaan termewah dan termodern di Indonesia. Perpustakaan ini didirikan oleh pihak universiti dengan menghabiskan biaya hampir 50 milyar rupiah dan luas yang spektakuler 5400 meter persegi. Perpustakaan ini dibuka pada bulan Mei 2006 dan dinamai untuk mengenang rektor pertama UPH, alm. Johannes Oentoro.

Pada saat saya memasuki ruang perpustakaan ini, saya harus melewati 5 buah alat penindai. Kemudian saya menuju ke reception untuk sekedar mencari informasi mengenai ruang perpustakaan yang mewah ini. Dari percakapan dengan petugas perpus, terdapat 50,000 buah koleksi buku, 2100 koleksi majalah, 269 artikel jurnal yang tersimpan rapi di lantai 2 perpustakaan ini serta lebih dari 1000 materi audiovisual dan 5000 thesis/disertasi.

Suatu koleksi yang sangat besar dan bahkan mungkin lebih banyak dari kampus saya di UI. Yang paling banyak dikoleksi perpustakaan ini adalah buku tentang musik. Karena fakultas yang paling banyak diminati adalah fakultas seni musik. Tidak heran apabila koleksi buku musik mencapai hingga 20% dari keseluruhan koleksi yang ada di perpustakaan ini.

Yang kedua adalah arsitektur...karena bidang ini juga yang paling banyak diminati, Segera saya minta ijin untuk melihat koleksi buku-buku mereka. Amazing....semua tertata dengan rapi...dan banyak buku arsitektur yang saya sukai. Saya masih ingat dulu semasa kuliah saya paling suka kalau bolos kuliah berkunjung ke perpustakaan The British Council di S. Wijoyo Centre serta The American Library di gedung Metropolitan I atau ke perpustakaan nasional di daerah Salemba. Saya memang suka membaca buku dan diperpustakaanlah saya bisa mendapatkan banyak ilmu yg menarik perhatian saya.

Perpustakaan ini masih banyak dilengkapi oleh fasiliti yang lain seperti ruang loker yang gratis untuk para mahasiswa UPH serta self service fotokopi lho...Masih ada 150 buah komputer yang dilengkapi oleh internet dan ruang diskusi.

Saya segera beranjak mengambil sebuah buku seni dan arsitektur yang berjudul "The Architecture of Islam".........buku setebal 800 halaman ini memikat saya karena berisikan mengenai arsitektur dan desain bernafaskan islami. Dari sini saya mendapatkan sedikit pengetahuan mengenai bangunan islam yang monumental dan berdesain tinggi....salahsatunya keramik biru yang terdapat di masjid uzbekistan. Masjid ini didirikan pada abad ke 15 M....dan entah darimana material biru untuk keramik tersebut. Dan tiba-tiba seorang petugas menghampiri dan mengingatkan saya bahwa waktu berkunjung telah habis.

Argh....saya masih ingin mengambil buku seni arsitektur yang lain....dan ingin duduk di kursi sofanya yang empuk dan terbuat dari kulit serta berdesain minimalis. Saya ingin menikmati suasana "me moment" di perpustakaan ini.

Sebagai informasi perpustakaan ini dibuka dari pukul 07.00 - 20.30 (senin - jumat) dan 08.00 - 13.30 (sabtu) sementara hari minggu, public holiday tutup. Koleksi buku di perpustakaan ini hanya boleh dipinjam oleh mahasiswa/i UPH saja dengan batas waktu peminjaman buku sampai 2 minggu dan apabila lebih akan dikenakan pinalti senilai Rp 1000/hari..........it's so cheap........huh!!!!

Saya segera beranjak keluar dari perpustakaan mewah itu...cuma sayang saya mendapatkan sebuah berita bahwa mahasiswa/i UPH jarang berkunjung ke perpustakaan ini. Minat baca mereka masih sangat kurang, padahal perpustakaan mewah ini sangat mudah dikunjungi dengan elevator atau lift. Semoga tidak menjadi menara gading untuk kampus ini!!!

Dari sini saya beranjak menuju ke lantai 8, saya ingin menyaksikan banguna the Grand Chapel karena kebetulan sedang ada konser The Great Multitude Praising.

Beruntung saya bisa menyaksikan gala concert ini secara free.....padahal tiketnya dijual seharga Rp 50rb - 100rb. Begitu saya masuk ke grand chapel....saya langsung jatuh cinta dengan bangunan ini...ada 2000 buah seat yang bisa dilipat seperti di gedung bioskop 21 dan berwarna merah....lumayan empuk dan ada 2 lantai. Saya pilih bagian atas balkon agar leluasa melihat area gedung. Akustiknya lumayan baik....dentingan harpa dan gesekan biola terdengar dengan jelas......

Hmmm semoga saya bisa menikmati konser musik di gedung ini lagi.....

No comments:

Post a Comment